Pengertian, Macam, & Siklus Akuntansi

Pengertian Siklus Akuntansi 

Siklus akuntansi ialah suatu proses penyusunan suatu laporan keuangan yang bisa dipertanggung jawabkan dan serta diterima secara umum pada prinsip-prinsip dan kaidah akuntansi, prosedur-prosedur, metode-metode, serta dalm teknik-teknik dari segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dalam suatu periode tertentu.

Pengertian Siklus Akuntansi Menurut Para Ahli

1. Indra Bastian (2007:76)
menurut Indra Bastian menyatakan bahwa siklus akuntansi ialah suatu sistematika pencatatan transaksi keuangan, peringkasannya dan pelaporan keuangan.”

2. Abdul Halim (2007:43)
Menurut Abdul Halim menyatakan bahwa Siklus akuntansi ialah suatu tahapan yang ada dalam suatu sistem akuntansi.

Pihak Yang Berkepentingan Dalam Laporan Keuangan & Profesi didalam Akuntansi

Pihak-pihak yang berkepentingan dalam Laporan Keuangan antara lain, pihak Internal dan Pihak Eksternal :

1. Pihak Internal

  • Pihak Manajemen, akan berkepentigan langsung dan sangat membutuhkan informasi keuangan untuk tujuan pengendalian, pengkoordinasian, dan perencanaan usaha suatu perusahaan.
  • Pemilik Peruhsaan, memiliki kepengtingan untuk menganalisis laporan keuangan perusahaannya. Pemilik dapat menilai berhasil atau tidaknya manajemen dalam memimpin perusahaan.
2. Pihak Eksternal

Macam-macam Akuntansi

Umumnya akuntansi identik dengan keuangan. Sehingga tidak sedikit masyakarat yang menganggap bahwa akuntansi hanya akuntansi hanya seputar akuntansi keuangan saja. Padahal sebetulnya banyak macam-macam akuntansi yang perlu kita ketahui untuk menambah ilmu dan wawasan. Disamping itu, macam-macam akuntansi juga bisa memberikan pilihan pekerjaan di bidang-bidang akuntansi.

Berikut beberapa macam akuntansi sebagai berikut :

1. Akuntansi Keuangan (General Accounting)
Akuntansi Keuangan merupakan akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan transaksi keuangan dan penyajian laporan keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu. Laporan yang disajikan tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang berkepentingan baik internal maupun eksternal perusahaan dalam hal pengambilan keputusan.